Pilih produk yang ingin anda beli. Klik Detail, lalu klik tombol Add to Cart
Klik tombol View Your Cart yang ada di atas halaman (header) sehingga muncul pop up keranjang belanja. Klik tombol Check Out With
Isikan alamat tujuan pengiriman, kemudian klik tombol Terapkan untuk menampilkan opsi layanan pengiriman yang diinginkan. Pilih salah satu layanan pengiriman. Kemudian Isi detail pengeriman seperti nama, nomor telpon dan lain-lain.
Kirim bukti transfer di halaman Konfirmasi Transfer. Bukti transfer berformat gambar dan tidak lebih dari 100MB
Untuk melihat status pesananmu, bisa melalui email atau ke halaman Cek Status Pesananku
| Kategori Buku | : Non Fiksi |
| Penulis | : Dr. Kamal, S.Hi., M.M., M.Pd., Dr. Abd. Basir, S.Ag., MH., Dr. Ahmad Suryadi, M.Pd. |
| Jumlah Halaman | : 129 halaman |
| Dimensi | : 14 x 20 cm |
| ISBN | : Proses |
| E-ISBN | : Proses |
| Tahun Terbit | : 2026 |
| Editor | : Lina Puryanti, S.S., M.Hum., Ph.D. |
| Desain & Penata Letak | : Seegna Design Graphic |
Haruskah seorang guru takut
menegur muridnya?
Pertanyaan sederhana ini
menjadi titik awal lahirnya buku yang sedang Anda pegang.
Di berbagai sudut Indonesia,
tidak sedikit guru yang kini menghadapi dilema. Di satu sisi, mereka memiliki
tanggung jawab untuk mendidik, membimbing, dan membentuk karakter peserta
didik. Di sisi lain, setiap teguran yang diberikan dapat berujung pada kesalahpahaman,
konflik dengan orang tua, sorotan media sosial, bahkan persoalan hukum.
Akibatnya, muncul fenomena yang mengkhawatirkan: sebagian guru memilih diam
daripada mengambil risiko.
Buku ini ditujukan bagi
guru, kepala sekolah, dosen, mahasiswa pendidikan, orang tua, pemerhati
pendidikan, pembuat kebijakan, serta siapa pun yang meyakini bahwa masa depan
bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh
kualitas karakter generasinya.
Pada akhirnya, buku ini
mengajak kita semua merenungkan sebuah pertanyaan penting:
Apakah kita ingin melahirkan
generasi yang hanya pintar, atau generasi yang juga memiliki keberanian untuk
jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas?
Karena karakter tidak tumbuh
dengan sendirinya. Karakter dibentuk melalui keteladanan, pembinaan, dan
keberanian untuk mengingatkan ketika seseorang mulai menyimpang dari
nilai-nilai kebaikan.
Dan selama masih ada guru
yang berani mendidik, orang tua yang mau bekerja sama, serta negara yang hadir
memberikan perlindungan yang adil, harapan untuk membangun Indonesia yang lebih
berkarakter akan selalu ada.
Buku ini bukan sekadar
tentang guru. Buku ini adalah tentang masa depan karakter bangsa.
Keyword : Guru, Takut, Menegur?, Krisis, Pendidikan, Karakter, dalam, Bayang-Bayang, Hukum, jejakpublisher, jejak publisher, jejak, publisher, Guru Takut Menegur? Krisis Pendidikan Karakter dalam Bayang-Bayang Hukum, Guru Takut Menegur? Krisis Pendidikan Karakter dalam Bayang-Bayang Hukum jejak publisher, Guru Takut Menegur? Krisis Pendidikan Karakter dalam Bayang-Bayang Hukum jejakpublisher